Tag: terorisme

Negara dalam Keadaan Darurat (State of Emergency): sebuah pengantar

IMG-20170717-WA000Secara umum keadaan darurat (state of emergency) dapat dimaknai sebagai pernyataan penguasa untuk menunda suatu fungsi yang normal dari sejumlah kekuasaan yang dimiliki oleh eksekutif, legislatif dan yudikatif, termasuk juga mengubah kehidupan normal warga negara dan institusi pemerintah, dalam rangka tanggap darurat. Pengertian ini sebagaimana dirujuk dari pemikir Jerman, Carl Schmitt, dalam apa yang disebutnya sebagai state of exception, yakni kemampuan atau tindakan yang dilakukan oleh pemegang kedaulatan—souvereign untuk melampaui/mengecualikan aturan hukum—rule of law atas nama kepentingan publik. Schmitt menegaskan, bahwa the souvereign adalah “he who decides on the exception”.

Continue reading “Negara dalam Keadaan Darurat (State of Emergency): sebuah pengantar”

Menyinggung Persoalan Terorisme

Posta peristiwa 11 September 2001, dunia terasa berkeliat secara serentak untuk menyatakan perang terhadap terorisme. Amerika Serikat segera memperkuat keamanan nasionalnya, seluruh basis kekuatan dikerahkan untuk mempertahankan diri dari serangan mendadak sang teroris. Ratusan nyawa telah hilang, itulah alasan utama mengapa semua pihak harus merapatkan barisan dalam melawan permainan keji terorisme internasional. Bak seorang hero, Amerika Serikat mengejar pentolan-pentolan teroris hingga ke sarang-sarangya. Dampak luar bisa dari terorisme adalah bahwa terorisme telah menjadi alasan baru bagi Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya untuk memporak-porandakan kedaulatan negara-negara yang dituduh menjadi sarang teroris –lihat Afghanistan dan Irak-. Ini berarti terorisme sebagai suatu bentuk kejahatan bisa mengakibatkan suatu bentuk kejahatan baru yang impact-nya lebih besar. Akan tetapi di sini tidak akan dibahas mengenai dampak luar biasa dari terorisme. Terorisme telah memiliki sejarah panjang, sebagai sebuah model kejahatan yang ada di permukaan bumi ini. Hakekat terorisme itu sendiri adalah kejahatan dengan pemberatan, karena beberapa delik kejahatan diakumulasikan dalam satu tindakan perbuatan melawan hukum. Disebut juga sebagai kejahatan yang melanggar hak asasi manusia (gros violence of human rights), karena terorisme merampas hak-hak paling dasar umat manusia. Disebut kejahatan transnasional karena terorisme melampaui batas-batas yurisdiksi nasional suatu negara.

Continue reading “Menyinggung Persoalan Terorisme”